OBAT PENGHAPUS AFDRUKAN

Jenis cairan atau obat penhapus afdrukan banyak sekali. dari sekian jenis itu dikatagorikan dalam 2 jenis yaitu
A. Jenis keras
B. Jenis yang tidak keras

A. Jenis keras
Maksudnya adalah cairan ini bila terkena kulit akan menyebabkan rasa yang panas, gatal dan sebagainya, untuk penggunaan jenis cairan ini harus menggunakan sarung tangan karet atau pakai kuas dan harus hati-hati. cairan ini biasanya dijual ditoko obat batik. kelebihan dari cairan ini harganya yang lebih murah tapi proses penghapusannya lebih cepat yang termasuk dalam golongan ini adalah : Kaporit, kustik dll. Penggunaan larutan ini adalah dengan mencapurkan larutan dan air panas secukupnya.

B. Jenis Tidak keras
Jenis cairan penghapus ini boleh dikatakan ramah lingkungan, sebab sudah melalui proses yang lebih baik, dikulitpun tidak berbahaya jika terkena. contoh produk penghapus seperti ini Ulana5, Ulano4. Bau dari penghapus inipun tidak seperti pada jenis yang keras, namun utuk masalah harga relatif lebih mahal. larutan ini bisa dicampur air atau bisa juga tidak bila ingin mendapatkan reaksi penhapusan yang lebih cepat.

Jadi terserah anda mau menggunakan produk yang mana yang terpenting harus diperhatikan adalah jika anda menggunakan jenis yang keras janganlah sampai terkena kulit langsung. Tapi lebih baik pilih yang ramah lingkungan.

BAHAN KLISE BERMUTU

Dengan memakai bahan ini Anda sudah turut berpartisipasi menjaga lingkungan, minimal tidak menambah beban sampah plastik. Bagaimana bisa ? Ya Bahan kilise atau film untuk cetakan ini dibuat supaya dapat dipakai berulang kali bahkan tanpa batas dengan syarat kondisi plastiknya tidak rusak.
Selain dapat didaur ulang, produk ini mempunyai kwalitas cetak setera repro tapi dengan biaya semurah kalkir, Alat penunjangnyapun relatif murah hanya 1 unit komputer dan 1 printer jenis inject. Produk ini tersedia dalam 3 katagori ukuran
1. ukuran film stempel
2. ukuran folio (F4)
3. ukuran A3 (double folio)

OBAT AFDRUK

Larutan emulsi atau lebih gampangnya obat afdruk terdiri dari dua bahan utama :
yaitu bahan aktif dan nok aktif. Bahan aktif atau sentisizer akan bekerja bila terpapar sinar. sedangkan bahan non aktif biasanya berbentuk gel atau kental berfungsi untuk menutup pori-pori dari screen. Untuk bisa digunakan sebagai obat afdruk kedua bahan tersebut harus dicampur menjadi satu dengan perbandingan yang sesuai. Unsur bahan aktif jumlahnya lebih sedikit bila dibandingkan dengan unsur nok aktifnya, perbandingannya 1 untuk bahan aktif dan 5-15 untuk bahan nok aktif, misalkan 1 sendok teh sentisizer (bahan aktif) dicampur dengan 5 sendok teh bahan non aktif, apabila hasilnya terlalu encer bisa ditambahkan bahan non aktifnya hingga dirasa kekentalan cukup. Perbandingan ini tidak mutlak, tergantung dari kebutuhan pemakai. semakin banyak jumlah bahan aktifnya, maka akan semakin cepat waktu proses penyinaran dan akan semakin encer obat afdruk tersebut, karena biasaya sentisizer berbentuk cair. Sebaliknya jika campuran bahan aktif makin sedikit maka akan semakin lama waktu penyinaran yang dibutuhkan. Dalam kemasan Produk larutan emulsi yang dijual dipasaran biasaya perbandingan ini sudah ditentukan sehingga tinggal mecampurkannya saja. Hal yang perlu diperhatikan adalah apabila penggunaan obat afdruk itu hanya sedikit sebaiknya pencampuran kedua bahan tersebut dilakukan seperlunya saja sesuai kebutuhan, sebab obat afdruk yang sudah dicampur tidak bisa tahan lama karena kwalitasnya akan menurun.

Obat adruk dibagi menjadi 2 (dua)
1. Obat afdruk Berbasis Air
larutan emulsi ini digunakan untuk sablon dengan cat dasar air, seperti sablon kain.
Penting dilakukan untuk penggunaan emulsi jenis ini adalah menambahkan penguat pada hasil akhir afdrukan dengan cara mengoleskan larutan penguat setelah hasil afdrukan kering dan siap digunakan. Selanjutnya setelah diolesi larutan penguat ini dijemur kembali supaya proses penguatan lebih sempurna. Namun bila hanya digunakan untuk jumlah cetak dibawah 10 pemberian larutan penguat ini dapat ditiadakan, karena biasanya screen yang sudah diolesi larutan penguat akan sulit untuk dilakukan penghapusan ulang.

2. Obat Afdruk berbasis Minyak
adalah obat afdruk untuk sablon yang menggunakan tinta dengan bahan dasar minyak, seperti untuk sablon kertas, mika, plastik dan sebagainya. untuk jenis obat afdruk ini tidak diperlukan larutan penguat.
contoh obat afdruk yang tersedia dipasaran : SALATIN, CROMATIN, ULANO, DAIMA, XL DIASOL dsb.

PEDOMAN PENGGUNAAN KAIN

Penggunaan kain sangat erat hubungannya dengan penggunaan bahan cetak
serta prosses pengalihan tinta ke atas bahan cetak. Berikut ini ada beberapa pedoman
yang dapat dipergunakan pada teknik cetak yang ditentukan berdasarkan nomor-nomor
yang ada pada screen, diantaranya :

55T : dipergunakan untuk pencetakan di atas bahan handuk dan karung

62T : pencetakan dengan floating pasta atau cetak timbul di atas bahan tekstil khususnya kaos.

77T : untuk pencetakan di atas bahan tekstil seperti kaos, handuk.

90T : pencetakan di atas kain, bagde, dan pencetakan motif halus atau gambar seni
dengan pasta timbul di atas kaos.

120T : pencetakan menggunakan tinta brons emas di atas bahan karton, seng, kayu, kulit,imitasi,dan kertas.

150T : pencetakan kertas dengan motif blok, imitasi, mika dan stiker.

165T : untuk mencetak di atas bahan kertas dan plastik.

180S : untuk cetak plastik dan kertas halus.

200S : dipergunakan untuk prosses pencetakan model nada lengkap atau halftone.


Penggunaan nomor screen harus diseimbangkan dengan penggunaan bahan cetak, tinta cetak, kehalusan pori-pori screen, serta jalinan benang percentimeter Semakin besar nomor screen maka akan semakin kecil pori-pori yang ada pada screen dan
semakin tipis lapisan film tinta yang dialihkan ke atas bahan cetak.

sumber: http://www.smkgrafikadp.com

UKURAN KAIN SCREEN/MONIL

KETEBALAN KAIN/SCREEN

Serat kain yang terbuat dari nilon atau polyester tersedia dalam beberapa derajat ketebalan yakni:
tipe Small (S), tipe Medium (M), tipe Thick (T) dan Heavy Duty (HD). Serat benang dengan tipe S
serat benangnya tipis, cocok untuk pekerjaan nada lengkap (halftone), dan gambar seni (artis/seni).
Serat benang dengan tipe M serat benang yang memiliki ukuran medium, cocok untuk pekerjaan nada
lengkap yang kasar. Serat benang dengan tipe T serat benangnya tebal, cocok untuk segala jenis
pekerjaan pada teknik cetak sablon. Sedangkan serat benang dengan tipe HD, serat benang
dengan ekstra tebal cocok untuk pekerjaan yang dilakukan
secara masinal (cetak menggunakan mesin), cetak blok dan jenis-jenis pekerjaan kasar.

WARNA KAIN/SCREEN

Kain saring (screen) pada umumnya berwarna putih.
Tapi seringkali kain berwarna putih dan pada waktu dilakukan proses penyinaran
akan menimbulkan gejala pemantulan kembali yang dapat mengakibatkan terjadinya
kekurangan penyinaran. Untuk mengatasi masalah tersebut pada umumnya kain dibuat
berwarna kuning, jingga dan merah. Sehingga kain berwarna digunakan untuk
menghindari terjadinya pemantulan kembali cahaya pada waktu penyinaran
stensil foto sistem direct (langsung), sistem direct/indirect (langsung/tidak langsung),
maupun sistem cappilary (kafilek).

PERSYARATAN KAIN

Untuk memperoleh tingkat resolusi gambar yang terbentuk pada kain (screen)
serta peningkatan definisi hasil ceta sablon, maka diperlukan persyaratan khusus
untuk jenis-jenis kain yang digunakan. Adapun persyaratan-persyaratannya
adalah sebagai berikut :

1. Daya lentur/fleksibilitas.
Karena pada saat dilakukan perentangan pada bingkai cetak kain harus ditarik
untuk mendapatkan tingkat keregangan pada permukaan bingkai serta
pada waktu dilakukan proses pencetakan screen tidak boleh menyentuh bahan cetak,
dengan jarak kira-kira 3-5 milimeter, maka kain haruslah lentur.

2. Pori-pori tidak berubah atau bergeser.
Tujuan utama dari tidak bergesernya pori-pori kain adalah
untuk pengendalian penyaluran tinta cetak.

3. Tahan terhadap bahan kimia.
Selama kain digunakan pada tahapan pencetakan kain selalu berhubungan dengan
bahan kimia seperti stensil foto, tinta cetak, dan bahan pencuci atau pembersih,
maka kain harus dapat tetap bertahan atau tidak mudah rusak.

4. Mudah dibersihkan.
Diharapkan agar kain dapat dipergunakan secara berulang-ulang maka
kain harus mudah dibersihkan.

5. Tahan terhadap gesekan.
Pada waktu digunakan screen akan selalu bersentuhan dengan rakel
yang memiliki variasi derajat kekerasannya.
Dengan demikian gesekan dari rakel tidak dengan mudah mengikis serat kain
yang berdampak pada pengalihan tinta cetak dan mengakibatkan kain mudah rusak.

6. Memiliki keporian yang bervariasi.
Dengan adanya variasi pori-pori screen, maka berbagai bentuk
bahan serta berbagai macam bentuk gambar dapat dicetak dengan cetak sablon

7. Variasi dari tingkat kerapatan screen.
Sangat berpengaruh pada tahapan pengalihan tinta cetak.
Dengan banyaknya variasi yang disediakan untuk jenis-jenis kain diharapkan agar
lapisan film tinta dapat dengan mudah dialihkan
ke atas bahan cetak(media cetak) yang dipergunakan.

sumber: http://www.smkgrafikadp.com

Tentang Screen / monil

Kain Saring/Monil

Pada proses cetak sablon “kain” atau screen
mempunyai peranan yang amat penting, bahkan dapat dikatakan sebagai faktor penentu
tingkat kwalitas dari proses cetak yang dihasilkan. Kain sablon dipergunakan sebagai
sarana untuk memegang gambar yang terdapat pada permukaan kain (screen).
Dewasa ini kain atau screen lebih banyak terbuat dari serat sintetis jenis tunggal (mono filamen).
Berbagai jenis serat kain yang dapat dipergunakan untuk proses cetak sablon diantaranya adalah :

1. nilon.
2. polyester,terdiri atas :
a. metalissed polyester/polyester logam.
b. antistatic polyester/polyester antistatis.
c. calendered polyester/polyester termampatkan.
3. stainless steel.

Karakteristik serat kain (screen).

1. Nilon.

Untuk semua kebutuhan cetak sablon tersedia pilihan yang secara luas,hanya saja
berupa serat benang tunggal.

Keunggulan dari serat benang nilon :
a. Memiliki daya rentang dan daya gosok yang baik.
b. Ideal untuk tahapan pencetakan di atas bahan cetak yang permukaanya tidak rata.
c. Memiliki daya alir tinta yang baik, dan punya daya rekat yang sempurna untuk
semua jenis emulsi(stensil foto).

Kelemahannya :
a. Peka terhadap kondisi cuaca/temperatur dan kelembaban udara.
b. Tidak sesuai untuk jenis-jenis pekerjaan yang memerlukan ketepatan yang tinggi (register).